Mengembangkan Kompetensi Personal Dan Sosial Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat (PTK PAUD DAN DIKMAS)

Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) atau yang lebih dikenal sebelumnya disebut pendidikan nonformal merupakan salah satu jalur pendidikan nasional yang berusaha mewadahi kelompok-kelompok masyarakat yang tidak mau dan/atau tidak mampu menjangkau pendidikan nonformal dengan berbagai alasan. Didalam pelaksanaannya PAUD dan Dikmas didukung oleh pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat (PTK PAUD dan Dikmas).

PTK PAUD dan Dikmas memiliki peran stratetgis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, PTK PAUD dan Dikmas hendaknya mengembangkan kompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas pokoknya.

Kompetensi yang menunjang pelaksanaan tugas guna peningkatan profesionalisme dituntut dikuasai oleh sumber daya manusia dalam setiap aspek pekerjaan, termasuk didalamnya PTK PAUD dan Dikmas yang bergerak di bidang pendidikan.

Dalam mengemban tugasnya sehari-hari, sebenarnya telah dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas PTK PAUD dan Dikmas, baik dari segi peningkatan  kualifikasi pendidikan formal, kompetensi maupun keterampilan khusus.

Era globalisasi dengan arus perkembangan informasi dan teknologi memberikan perluasan pengetahuan bagi setiap individu. Di samping itu, juga memberikan kesempatan kerja yang sangat luas dan beragam, termasuk bagi PTK PAUD dan Dikmas sehingga dapat senantiasa mengaktualisasikan diri namun tak jarang tuntutan standar profesional belum dapat terpenuhi. Hal ini tentu mempengaruhi sikap dan perilaku kerja PTK PAUD dan Dikmas, padahal bagaimanapun latar belakang seseorang yang berada didunia kerja, profesionalisme tetap menjadi tuntutan. Memenuhi standar profesi berarti telah memenuhi standar kompetensi dan karakter tuntutan kerja. Persoalan kompetensi yang harus terpenuhi harus di iringi oleh daya juang atau tahan banting dan semangat kerja yang akhirnya akan menentukan kinerja individu.

Kompleksnya permasalahan pendidikan nonformal yang terjadi dilapangan memerlukan tingginya kompetensi khususnya personal dan sosial agar PTK PAUD dan Dikmas tetap tegar dalam melaksanakan tugas serta mengemban amanah dan tanggungjawabnya dengan baik.

Dua kompetensi khusus yang harus dimiliki oleh PTK PAUD dan Dikmas adalah kompetensi personal dan sosial yang memadai karena bidang tugasnya yang berhubungan erat dengan masyarakat dan berbagai pihak lain yang menuntut kearifan dan budi pekerti luhur sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.

Kompetensi personal merupakan kecakapan yang bersifat individual yang lebih merujuk kepada kemampuan seseorang dalam mengenal dirinya sendiri dalam arti memahami kekuatan dan kelemahannya serta peka terhadap perasaannya sehingga cenderung memiliki kegemaran untuk melakukan introspeksi atau memperbaiki diri secara terus menerus. Individu yang memiliki kepekaan diri yang tinggi mampu menunjukkan integritas yang tinggi dalam bekerja, menjunjung tinggi nilai moral, dan menghargai norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Dalam kaitannya dengan kompetensi sosial, seseorang yang yang memahami kondisi lingkungan termasuk didalamnya pemahaman terhadap orang lain (empati), memahami adanya perbedaan dapat memanfaatkannya untuk menyikapi kondisi-kondisi yang ada dalam lingkungannya.

Kompetensi sosial merupakan kecakapan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain dan menunjukkan kemampuannya dalam memahami perasaan orang lain sehingga mudah dalam bersosialisasi. Individu yang memiliki kompetensi sosial yang tinggi mampu menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain, termasuk didalamnya kemampuan seperti memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan, dan memperoleh simpati orang lain.

Kinerja PTK PAUD dan Dikmas akan mendukung kinerja pendidikan nasional yang dampaknya akan terlihat pada prestasi dan kemajuan pendidikan di indonesia. Kinerja ini salah satunya di sumbang oleh potensi individu. Potensi inilah yang akan diolah menjadi energi untuk menyumbangkan target yang telah dicanangkan. Potensi personal sangat beragam, mulai dari kemampuan intelektual, sikap kerja, emosi, dan hubungan sosial sampai dengan kemampuan psikologis-spritual, antara lain sikap kerja, emosi,dan hubungan sosial. Oleh karena itulah maka kombinasi secara proporsional dari kedua kompetensi inilah yang hendaknya di optimalkan dan di asah terus oleh PTK PAUD dan Dikmas.