Peran Pamong Belajar Pada Satuan SKB Kabupaten/Kota Terhadap Peningkatan Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi

Menulis tentang pamong belajar dapat mencakup hal yang luas serta mengandung aspek yang banyak. Kita bisa berbicara mengenai keadaannya, perannya dalam pelaksanaan tugas sehari hari, tugas pokoknya. 
Dalam perannya di Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) pamong belajar merupakan salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan program dan merupakan salah satu figur sentral. Peran pamong belajar sangat esensial dan menentukan karena pamong belajar juga ikut menentukan dalam keberhasilan program PAUD dan Dikmas yang bertugas pada satuan pendidikan nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten/Kota .
Pamong Belajar sebagai salah satu unsur aparatur negara yang menangani bidang PAUD dan Dikmas, tentu harus selalu meningkatkan kemampuan guna menunjang segala aktifitasnya dalam kegiatan kepamong belajaran. Kemampuan untuk mengurai dan mencarikan solusi berbagai permasalahan yang muncul dalam pengelolaan PAUD dan Dikmas, sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan yang dicapainya.
Mengingat betapa pentingnya peran jabatan pamong belajar, seseorang yang akan menduduki jabatan tersebut harus benar-benar telah teruji kompetensinya memiliki pengalaman luas, mampu bekerjasama dan mampu mengelola PAUD dan Dikmas hal ini dituntut agar penanganan PAUD dan Dikmas bisa berjalan sesuai harapan. 
     Penyelenggaraan PAUD dan Dikmas melibatkan beberapa unsur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), diantaranya pamong belajar dan penilik (PNS), tutor, pendidik PAUD, pengelola PKBM dan tenaga lainnya. Beberapa tenaga PTK PAUD dan Dikmas tersebut mempunyai tugas dan wewenang masing masing sesuai dengan yang ditanganinya.
     Dalam Keputusan Menpan No.25/ KEP/ MK.WASPAN/ 6/ 1999 disebutkan antara lain bahwa Pamong Belajar adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan belajar dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar dan layanan percontohan serta penilaian dalam rangka pengendalian mutu dan dampak pelaksanaan program PAUD dan Dikmas. 
     Pamong belajar sebagai pelaksana program PAUD dan Dikmas, memang mempunyai peran dan tugas yang tidak ringan  karena berhubungan dengan orang-orang yang sudah lama tak tersentuh bangku belajar. Pamong Belajar harus mampu membujuk, mengumpulkan dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan, waktu yang digunakan untuk membinanya kadangkala harus menyesuaikan dengan mereka yang ada keinginan untuk belajar, siang, sore bahkan malam haripun harus diikutinya.
     Melihat tugas dan tanggung jawab pamong belajar tersebut maka pamong belajar merupakan suatu profesi penjamin mutu dari pelaksanaan PAUD dan Dikmas. Oleh karena itu pamong belajar harus selalu berusaha untuk meningkatkan perannya agar tugas kepamong belajaran dapat berjalan lancar. 
     Sebagai salah satu PTK PAUD dan Dikmas, maka sosok pamong belajar selalu diamati oleh berbagai kalangan yang berkaitan dengan PAUD dan Dikmas. Seorang pamong belajar harus mempunyai semangat dalam pelaksanaan tugas kepamong belajaran. Pada saat melakukan perencanaan, pengidentifikasian, proses pembelajaran, monitoring, penilaian dan pelaporan tanpa didasari oleh semangat tinggi tentu tidak akan membawa hasil yang positif. Oleh karena itu apa yang dilakukannya itu tidak sebagaimana seharusnya dalam melaksanankan tugas kepamong belajaran yang profesional.
     Melihat banyaknya unsur yang terkait dalam penyelenggaraan PAUD dan Dikmas tersebut, walaupun mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing, mereka harus mampu menyatukan tujuan yang ingin dicapai oleh PAUD dan Dikmas. Pamong belajar merupakan PTK sebagai salah satu penentu dalam keberhasilan program dan peranannya sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan PAUD dan Dikmas di Kabupaten /Kota.