Berita

Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Guru di BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat

Kepala BP PAUD dan Dikmas Sumbar Drs. Affrizal Muchtar, M.Pd bertindak sebagai pembina upacara. Upacara dilaksanakan di halaman Gedung BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat, beserta pendidik PAUD di Kota Pariaman.

Adapun dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim menghimbau para guru untuk memulai perubahan, dengan menyampaikan bahwa “Anda tau betul bahwa potensi anak tidak dapat di ukur dari hasil ujian. Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama, besok dimana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda;
• Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar,
• Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas,
• Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas,
• Temukan suatu bakat dalan diri murid yang kurang percaya diri, dan
• Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. . "Guru Penggerak Indonesia Maju".

Berita

Workshop Hasil MONEV DAK Tahun 2019

          Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud pada tahun 2019 mengalokasikan DAK (Dana Anggaran Khusus) Non Fisik BOP PAUD sebesar Rp.4.475.500.200.000; DAK Non Fisik BOP Kesetaraan sebesar Rp.1.546.225.000.000; DAK Fisik untuk TK Negeri sebesar Rp.212.370.835.000 dan DAK Fisik untuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebesar Rp.380.821.342.000 ke seluruh Kabupaten/kota. Dukungan DAK ini bertujuan untuk mewujudkan Tujuan Pemerintah dalam meningkatkan SDM Indonesia sesuai Program Prioritas Presiden tahun 2020-2024 dengan slogan SDM Unggul Indonesia Maju.

          Dalam upaya untuk mengetahui tingkat efektifitas pengelolaan anggaran tersebut, maka Tim Monitoring Evaluasi Dana Alokasi Khusus (Monev DAK) Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud telah melakukan Monev di seluruh Indonesia,berkoordinasi secara bersama agar eksekusi DAK tersebut berjalan optimal. Terkait hal tersebut, Ditjen PAUD dan Dikmas melaksanakan workshop di 27 provinsi di seluruh Indonesia untuk menjelaskan hasil Monev DAK (Fisik dan Non Fisik) sekaligus memecahkan masalah dan membantu memperlancar eksekusi DAK di Kabupaten/Kota. Workshop Hasil Pelaksanaan Monev DAK (Fisik dan Non Fisik) PAUD dan Dikmas tahun 2019 ini berlangsung selama tiga hari dalam rentang waktu 6 s.d 24 Oktober 2019.

        Untuk wilayah Sumatera Barat, Workshop Hasil Pelaksanaan Monev DAK (Fisik dan Non Fisik) tahun 2019 ini diadakan di Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Sumatera Barat, dengan tujuan untuk menjelaskan hasil monev DAK sekaligus memecahkan masalah dan menekan terjadinya penyelewengan eksekusi DAK di Kabupaten/Kota. Acara ini dihadiri oleh 38 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan dan Inspektur Wilayah dari 19 Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat. Narasumber yang hadir berasal dari anggota Tim Teknis Monev DAK (Fisik dan Non Fisik) Ditjen PAUD dan Dikmas, Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati). Acara yang berlangsung pada tanggal 10 Oktober 2019 ini bertempat di Aula Mini BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat Jl. Dewi Sartika Rawang, Pariaman.

         Acara diawali dengan pembukaan serta penyampaian materi mengenai "peran serta UPT dalam Monev DAK Fisik dan Non Fisik PAUD dan Dikmas" yang disampaikan oleh Drs. H. Affrizal Muchtar, M.Pd selaku kepada UPT BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat. Dilanjutkan pemaparan mengenai Hasil Pelaksanaan Monev DAK Fisik dan Non Fisik melalui aplikasi e-monev oleh Tim Teknis Monev DAK Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud yang dalam hal ini disampaikan oleh Prof. Zainal A. Hasibuan Ph.D. Selanjutnya dipaparkan materi dari Kejaksaan Tinggi dengan tema "Tugas Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah dalam Bidang Pendidikan Menuju SDM Unggul Indonesia Maju"

 

Berita

DUA MODEL PEMBELAJARAN SEGERA DIGULIRKAN OLEH BP PAUD DAN DIKMAS SUMBAR

Pariaman,----FGD atau diskusi terfokus model pembelajaran baju kurung basiba minangkabau dan tata rias penganten modern minang dilaksanakan di BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat di Rawang Pariaman pada Selasa (23/7) lalu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Viktor Boy Kahimpong Kasubdit Kuriukulm LKP Kemdikbud RI dan dibuka secara resmi oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas Sumbar Affrizal Muchtar.
Dikatakan Affrizal dalam sambutan mengingatkan kepada seluruh peserta pimpinan LKP dan PKBM dari Kabupaten/kota se Sumatera Barat, yang diundang sebanyak 50 orang, agar betul betul dapat memberikan masukan kepada tim pengembang untuk memberikan saran dan masukan yang konstruktif dan inovatif hingga model yang dikembangkan oleh lembaga ini tingkat keterpakaian betul betul bisa dinikmati oleh Lembaga kursus, dan pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Kita tentunya sangat berharap dengan masukan yang ada terkait penciptaan model pembelajaran dan baju kurung basiba, dimana hasilnya nanti dapat dipakai di lembaga yang ada di seluruh Indonesia,”tutur Affrizal Muchar.
Sementara itu dua narasumber akademis Prof Dr. Jamaris Jamna dan Dr. Riska Ahmad M. Kons menyebutkan, model yang dikembangkan dapat dipakai sebagai falsafah minang kabau adat basandik syarak syaraka basandi kitabullah.
Jamaris menyebutkan, antara batasan  model pembelajaran dan baju basiba minangkabau dengan menggunakan metode RBL (Research Best Learning).
Peserta yang mengikuti FGD marasa terbantu dengan adanya dua model ini. Adapun daerah yang mengikuti FGD seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasbar, Kota Solok, Kabupaten  Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Bukittinggi Kota Pariaman Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan pimpinan KLP dan PKBM di daerah masing masing. Dua model ini dibagi untuk tata rias penganten berasal dari pimpinan PKBM dan baju basiba dari pimpinan LKP.
Menurut dua ketua model yakni Masendri dana Rusdi secara berbarengan berharap model ini selesai tepat pada waktunya. Dan nantinya tim akan melakukan serangkain uji coba kepada lembaga yang telah menyatakan siap untuk uji coba
Hal yang sama juga dikatakan Ketua IPABI Sumatera Barat Ruswan Tanjung dengan munculnyo dua model pembelajaran yang dilakukan oleh tim model dari BP PAUD dan Dikmas Sumatera berharap akan menambah model model yang telah ada sebelumnya untuk dipakai seluruh lembaga non formal atau PAUD dan pendidikan masyarakat yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Barat. (h/tos)

 

Berita

TIM TANGGAP BENCANA TERBENTUK

Pariaman,----Antisipasi kebencanaan yang sewaktu waktu datang, BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat bentuk tim tanggap bencana yang melibatkan para ASN dan non ASN BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat.

Kapala BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat Affrizal Muchtar saat memberikan arahan kepada tim tanggap bencana Senin (8/7) di Pariaman mengatakan, Sumatera Barat merupakan zona merah akan terjadinya bencana alam gempa bumi  dan tsunami. Oleh sebab itu persiapan personil dalam hal ini satgas tanggap bencana sangat dibutuhkan sekali, dan pihaknya belum lama ini telah mengirim empat orang tenaga tanggap bencana pada workshop tanggap bencana.

‘Saya berharap tim ini mampu melaksanakan tugas dengan rasa sosial dan iklhas, karena menjadi tanggap bencana adalah pekerjaan mulia dan kemanusiaan, karena semata mata membantu sesama, dan tidak bertugas mengharapkan pamrih,”ujar Affrizal.

Dihadapan tim tanggap bencana Affrizal berharap, untuk segera membentuk program kinerja, termasuk kebutuhan kebutuhan yang ada seperti logistik dan struktur  tangap bencana tersebut.

Pada sisi lain tentunya tanggap bencana dapat berkolaborasi dengan saka widya budaya bakti BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat, karena dalam bidangnya ada berkenaan dengan kebencanaan.

Sementara itu Ketua tanggap bencana BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat Atos Indria didampingi wakil ketua Ruswan Tanjung menyebutkan, ada tiga program kerja yang harus dilaksanakan tahun 2019, antara lain uniform identitas tanggap bencana, diklatsar dan sosialisasi atau pengenalan tanggap bencana ke tengah masyarakat.

Tim ini yang terdiri dari 23 personil optimis akan mampu melaksanakan tugas kebencanaan kendati masim minim pengalaman, setidaknya akan mendapatkan pengalaman melalui diklatsar tanggap bencana. Hadir juga dalam kegiatan itu Kasi Program dan SDM Madrian menyarankan dalam waktu dekat segera melakukan berbagai kegiatan yang nantinya bekerjasama dengan saka widya budaya bakti BP PAU dan Dikmas Sumatera Barat. (h/tos)

Berita

Kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi GTK PAUD dan Pendidikan Masyarakat Se-P

 

Sebanyak 16 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Se-Sumatera Barat mengikuti kegiatan Workshop peningkatan Kompetensi GTK PAUD dan Pendidikan Masyarakat Se-Provinsi Sumatera Barat di BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembekalan yang diberikan oleh BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat.

Rangkaian workshop yang berlangsung dari tanggal 15-19 Juni ini dibuka dengan pemaparan mengenai Kebijakan BP PAUD dan Dikmas dalam peningkatan mutu GTK oleh Kepala BP BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat, Drs. H. Affrizal Muchtar, M.Pd. Berbagai materi yang diberikan oleh narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Hadir sebagai narasumber antara lain Prof. Dr. H. Jamaris Jamnah, M.Pd dengan materi Tata Naskah Penulisan Karya Ilmiah, Teknik Presentasi dan Public Speaking oleh Dr. Nofrion, S.Pd, M.Pd, Etika Presentasi oleh Prof. Dr. Sovelma, M.Pd, serta Penguatan Pendidikan Karakter oleh Syovia Hartati. Di akhir rangkaian acara, peserta mendapatkan materi dari tim Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat.

 Nantinya, ke-16 GTK ini akan mengikuti acara Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Propinsi Bangka Belitung tanggal 24 Juni nanti. Raflis, ketua tim kelompok GTK yang juga salah satu peserta workshop menyatakan bahwa ia optimis dengan hasil yang akan dicapai oleh utusan Sumatera Barat, “Pembekalan yang diberikan sangat membantu, dengan dukungan dari propinsi membuat persiapan terasa jauh lebih matang. Kita optimis untuk menang di tingkat nasional nantinya,” katanya.

Drs. Ruswan Tanjung, selaku ketua panitia workshop peningkatan kompetensi ini menyampaikan harapannya, “Semoga peserta dapat tampil dengan maksimal, sesuai dengan pembekalan yang sudah diberikan. Jaga kekompakan, serta selalu aktif berkomunikasi dan berkonsultasi. Jangan tegang dan stress saat tampil di hadapan juri,” tutup Ruswan.

 

 

 

Berita

Hari Kerja Pertama di Lingkungan BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat

Apel pagi dan rapat evaluasi pada hari kerja pertama di lingkungan BP PAUD dan Dikmas Sumatera Barat pasca libur Idul Fitri 1440 H/2019 M.

Berita

KOMITMEN ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN DALAM IMPLEMENTASI ZONA INTEGRITAS WILAYAH

Butuh komitmen yang kuat dalam mewujudkan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi yang tengah diterapkan saat ini di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ( BP PAUD dan Dikmas ) Sumatera Barat. Merupakan suatu hal mutlak untuk dilaksanakan, hal itu telah diimplementasikan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah sebagai dasar hukum.


Memang penggalan kata dan slogan wilayah bebas korupsi tidak begitu asing lagi ditelinga kita, setidaknya itu bukan dimunculkan dalam keseharian yang setiap hari dapat kita jumpai dan dilihat di berbagai tempat perkantoran, media televisi, media online dan sebagainya.



Untuk menuju Zona Integritas Wilyah Bebas Korupsi tidaklah begitu sulit. Ada beberapa rencana kinerja yang tentunya harus disusun oleh setiap pemangku jabatan, apakah itu pejabat eselon, pejabat fungsional umum dan fungsional khusus, artinya ini juga berlaku kepada semua Aparatur Sipil Negara dan juga non ASN yang terlibat di sebuah lingkungan perkantoran



Tulisan ini penulis buat, karena begitu menjadi momok menakutkan sekali dengan mendengar ucapan korupsi yang tidak memandang bulu kepada siapapun, karena korupsi itu begitu dekat, siapa yang masuk perangkap virus korupsi yang makin hari semakin banyak laporan oknum ASN yang ditangkap aparat penegak hukum di Indonesia.



Maka langkah pertama yang dilakukan dimulai dengan membuat tujuan penyusunan rencana kerja pembangunan Zona Integritas yang definisinya memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam membangun Zona Integritas menuju WBK yang ada di lingkungan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sumatera Barat. Termasuk rencana biaya dan anggaran yang rasional sebagai patokan untuk wujud komitmen.



Awalnya memang ada beberapa reaksi yang pro kontra dengan keluarga peraturan tentang ZI WBK yang menjadi produk hukum oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun setelah ditelusuri berdampak positif dengan kinerja masing masing ASN. Sebagai contoh dengan adanya ZI WBK menjadi pedoman ASN dalam kehati hatian dalam bekerja. Rambu rambu itu berguna untuk menyelamatkan ASN itu sendiri.



Adapun beberapa rencana aksi sekaitan dengan ZI WBK harus dijalankan diantaranya Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.



Disamping itu ada beberapa indikator kinerja yang berpedoman pada setiap uraian tugas dan tugas fungsi masing-masingnya. Pembentukan tim untuk melakukan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan penentuan anggota tim selain pimpinan dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelas. Penyusunan dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK



Penyusunan dokumen rencana kerja Zona Integritas menuju WBK harus memuat target-target perioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan Zona Integritas menuju WBK Mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan Zona Integritas menuju WBK.



Perubahan menuju Zona Integritas menuju WBK semuanya disokong dengan merubah men set atau pola pikir, salah satunya merubah budaya kerja setiap ASN. Dan semua itu juga diimbangi dengan target yang harus tercapai antara lain Meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan Negara oleh masing-masing bidang di lingkungan kerja, Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan Negara dan Menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang khususnya pada Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sumatera Barat.



Akhirnya kita berharap terlaksananya Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi itu akan mampu mewujudkan terwujudnya pemerintahan yang bersih dan Bebas KKN, Sasaran terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari virus KKN dapat diukur dengan menggunakan kriteria presentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan harus tuntas 100%. Terakhir butuh komitmen bersama dalam melaksanakan Zona Integritas karena didasari dengan perubahan yang ada dalam diri sendiri, walaupun tantangan itu akan selalu ada, setidaknya akan mengamankan pola dan budaya kerja yang jauh dari sikap KKN dengan meningkatkan kualitas kerja itu sendiri. Pelan dan pasti peningkatan kualitas kerja dapat kita analogikan sebagai saran terwujudnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat diukur melalui nilai persepsi kualitas pelayanan dengan melakukan survey eksternal.



Harapan kita semua, tentunya menjadikan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sumatera Barat yang berintegritas menuju Zona Wilayah Bebas Korupsi yang muaranya sebagai peningkatan pelayanan publik itu sendiri. Artinya semua target yang dibebankan akan Meningkatkan ketaatan terhadap pengelolaan SDM, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM, meningkatkan disiplin SDM Pegawai dilingkungan BP PAUD Dan Dikmas Sumatera Barat, meningkatkan efektifitas manajemen SDM dan meningkatkan profesionalisme SDM sehingga Predikat yang diberikan kepada BP PAUD dan Dikmas Sumbar sebagai UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan instansi pemerintah melalui pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Semoga…………………. (Penulis Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas Sumbar dan Aktivis LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pasaman Sumatera Barat)